Tiga hal yang bisaAnda periksa sendiri.
Kami baru berdiri, jadi kami tidak akan memajang deretan logo yang tidak bisa Anda cek. Yang ada hanya ini: satu sistem yang sedang dipakai klien, dan dua produk yang kami bangun lalu kami jalankan sendiri setiap hari. Kami sebutkan sifat masing-masing apa adanya.
- Proyek klienSistem Kantin KaryawanPT. Three Cast Indonesia — sedang UAT, melayani 400–500 karyawan
- Produk kamiOmnimerchantMenjalankan toko online kami sendiri, setiap hari
- Produk kamiRicherRilis di App Store dan Google Play — bisa Anda unduh sekarang
Gulir untuk mulai
Sistem Kantin Karyawan
Kantin yang hanya menagih porsi yang benar-benar dimakan.
- 01.1 — Masalahnya
Tagihan datang sebagai satu angka.
400–500 karyawan mendapat satu kali makan gratis per hari, sekitar Rp15.000 per porsi. Setiap bulan tagihan katering masuk sebagai total, dihitung oleh pihak kantin sendiri. Tidak ada satu pun pihak yang bisa membuktikan siapa yang benar-benar makan hari itu.
- 01.2 — Yang kami bangun
Satu orang, satu porsi, satu hari.
Setiap porsi diverifikasi di titik pengambilan, sebelum makanan berpindah tangan. Dashboard-nya hidup — supervisor melihat hitungan hari itu berjalan, bukan menunggu sampai akhir bulan untuk tahu ada yang tidak beres.
- 01.3 — Yang berubah
Tutup bulan jadi urusan lima menit.
Rekapnya keluar sebagai daftar yang bisa dicocokkan baris per baris dengan invoice katering. Belanja makan sekitar Rp180 juta sebulan yang tadinya hanya berupa klaim, sekarang punya jejak audit. Tidak ada lagi coretan yang harus diketik ulang.
Omnimerchant
Software toko yang kami pakai sendiri sebelum kami tawarkan.
- 02.1 — Kenapa ada
Kami yang membutuhkannya lebih dulu.
Omnimerchant tidak lahir dari brief klien. Kami menjalankan toko online sendiri, dan stok, pesanan, pembelian, serta uang masuk-keluar tersebar di empat spreadsheet yang tidak pernah cocok satu sama lain. Jadi kami membangun yang kami sendiri butuhkan.
- 02.2 — Yang dikerjakan
Stok, pesanan, pembelian, kas — satu tempat.
Pesanan masuk memotong stok. Pembelian ke supplier menambahnya kembali. Keduanya otomatis muncul di catatan kas. Tidak ada angka yang diketik dua kali, jadi tidak ada dua versi kebenaran yang harus diperdebatkan.
- 02.3 — Kenapa ini penting bagi Anda
Kami tahu rasanya salah hitung stok.
Kalau Anda bertanya apakah kami benar-benar paham inventory dan arus kas, jawabannya bukan sertifikat. Toko kami sendiri berjalan di atas software ini. Setiap bagian yang menyebalkan sudah lebih dulu menyebalkan buat kami, dan sudah kami perbaiki.
Richer
Pencatat keuangan pribadi yang masih dipakai setelah minggu pertama.
- 03.1 — Untuk siapa
Orang yang gajinya habis tanpa tahu ke mana.
Richer dibuat untuk pekerja dan karyawan muda di Indonesia yang penghasilannya cukup, tapi tidak pernah punya gambaran jelas ke mana perginya. Bukan aplikasi akuntansi. Tidak ada jurnal, tidak ada istilah yang harus dipelajari dulu.
- 03.2 — Intinya
Mencatat harus selesai dalam sepuluh detik.
Semua aplikasi pencatat keuangan gagal di titik yang sama: mencatatnya terlalu ribet, jadi orang berhenti di hari kelima. Jadi kami tekan satu alur itu habis-habisan — angka, kategori, simpan. Sisa fiturnya kami bangun di belakangnya, bukan di depannya.
- 03.3 — Yang dibuktikan
Kami merilis, lalu merawatnya.
Richer melewati review dua app store, dan tetap kami rawat setelah rilis — laporan crash, umpan balik pengguna, pembaruan berkala. Ini bagian yang paling sulit dipalsukan dalam sebuah portofolio, dan bisa Anda periksa sendiri dalam tiga puluh detik.
Kalau salah satu dari ini terasa seperti masalah Anda, mari kita lihat prosesnya.
Sesi pertama gratis dan tanpa presentasi. Kami memetakan alur kerja Anda, mengatakan sejujurnya apakah software adalah jawabannya, lalu menaruh angka pada solusinya.